Sabtu, 30 Januari 2010

Ekspresi bahasa dan Emosi dalam lagu Separuh Jiwaku Pergi.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Banyak orang mengatakan, bahasa adalah alat komunikasi. Tentu saja pernyataan ini tepat, karena dengan bahasa komunikasi antara manusia dapat terjalin. Namun, apakah fungsi bahasa hanya terbatas sebagai alat komunikasi?
Bahasa memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai alat ekspresi, integrasi, untuk tujuan praktis,artistik dan filosofis. Melalui bahasa, manusia dapat mengekspresikan apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan. Pikiran dan perasaan tersebut direalisasikan dalam bentuk ragam bahasa verbal dan nonverbal. Contohnya, ketika seseorang sedang sedih atau senang akan mengekspresikannya dengan menulis buku harian, menulis puisi, lirik lagu, cerita ataupun karya tulis atau pun bentuk bahasa tulis lainnya. Sedangkan ekspresi bahasa non verbal, yaitu ketika manusia mengekspresikan emosinya dengan menangis, menari, melontarkan kalimat – kalimat amarah, dan lain – lain. Dengan membahasakan ekspresi tersebut manusia akan merasa tenang dan terbebas dari tekanan emosi yang dirasakannya.
Sebagai contoh kasus adalah perceraian Anang dan Krisdayanti. Keharmonisan rumah tangga Anang dengan Krisdayanti, memang terlihat selaras dan serasi selama ini dimata publik, baik fans atau orang yang hanya sekedar mengenal kedua tokoh media hiburan Indonesia ini. Namun dibalik keharmonisan yang terlihat, pengakuan mengejutkan atas pertanyaan para pencari berita infotaiment atas jawaban yang dilontarkan Anang, yaitu ternyata dirinya dengan Krisdayanti istrinya ternyata sudah cerai. Anang adalah salah seorang yang mengekspresikan emosi dalam bentuk lirik lagu. Jika kita melihat selama ini hubungan kedua selebritis diatas terlihat harmonis dikarenakan mereka bisa mengontrol emosi dengan baik sehingga tidak tampak oleh orang lain. Selain itu ketika kasus mereka mencuat kepermukaan Anang tidak langsung mengutarakan inti permasalahan yang mendasari perceraian mereka,namun lebih kepada bahasa dan emosi yang dituangkan dalam bentuk lirik lagu.
Untuk itulah dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai bahasa dan emosi dari lagu Anang “Separuh jiwaku Pergi”.

1.2 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah memberikan gambaran mengenai hubungan antara bahasa dan emosi serta hal-hal yang berkenaan dengan ekspresi bahasa dan emosi dalam lagu Separuh Jiwaku Pergi.

1.3 Fokus Masalah
Fokus masalah dalam penyusunan makalah ini adalah “bagaimanakah hubungan antara bahasa dan emosi serta hal-hal yang berkenaan dengan ekspresi bahasa dan emosi jika dilihat dari lagu Separuh Jiwaku Pergi?”.
1.4 Manfaat Makalah
Manfaat penyusunan makalah ini adalah untuk lebih memahami tentang bahasa dan ekspresi emosi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Emosi
Menurut Chaplin (2000) emosi merupakan suatu keadaan terangsang dari organisme, mencakup perubahan yang disadari, mendalam sifatnya dan perubahan perilaku. Di dalam Goleman (1999) disebutkan bahwa emosi adalah suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan ada kecenderungan untuk bertindak. Sedangkan Coper dan Sawaf menyebutkan bahwa emosi merupakan gerakan untuk mengeluarkan perasaan sehingga dapat menggerakkan seseorang, sebagai sumber energy.
Dapat disimpulkan bahwa, emosi adalah jiwa yang mempunyai kekuatan dan kedalaman sehingga dapat menggerakkan diri dengan semangat dan sumber energy.
Frestialdi (2008), menyebutkan bahwa ada tujuh fungsi emosi bagi manusia yaitu :
1. Menimbulkan respon otomatis sebagai persiapan menghadapi krisis.
2. Menyesuaikan reaksi dengan kondisi khusus.
3. Memotivasi tindakan yang ditujukan untuk pencapaian tujuan tertentu..
4. Mengomunikasikan sebuah niat pada orang lain.
5. Meningkatkan ikatan sosial
6. Mempengaruhi memori dan evaluasi suatu kejadian
7. Meningkatkan daya ingat terhadap memori tertentu
2.2 Pengertian Bahasa
Secara etimologis, kata verbal berasal dari verb (bahasa Latin) yang berarti word (kata). Word merupakan terjemahan dari bahasa Yunani, rhema, yang berarti ‘sesuatu’ yang digunakan untuk menggambarkan tindakan, eksistensi, kejadian, atau peristiwa, atau ‘sesuatu’ yang digunakan sebagai pembantu atau penghubung sebuah predikat.
Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti.
Menurut Irapurwitasai (2009), Bahasa dapat membantu kita untuk memiliki kemampuan memahami dan menggunakan symbol, khususnya symbol verbal dalam pemikiran dan berkomunikasi. Bahasa terbagi menjadi bahasa verbal dan non verbal. Kata ‘verbal’ sendiri berasal dari bahasa Latin, verbalis, verbum yang sering pula dimaksudkan dengan ‘berarti’ atau ‘bermakna melalui kata-kata’, atau yang berkaitan dengan ‘kata’ yang digunakan untuk menerangkan fakta, ide, atau tindakan yang lebih sering berbentuk percakapan lisan daripada tulisan. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa komunikasi verbal adalah bahasa – kata dengan aturan tata bahasa, baik secara lisan maupun secara tertulis. Dan hanya manusia yang dapat melambangkan keadaan dunia melalui bahasa.
Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi merupakan pengetahuan tentang bunyi-bunyi dalam bahasa. Sintaksis merupakan pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. Semantik merupakan pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata.
Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.
Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.
Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:
Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut:
a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk;
b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan;
c. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.
Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah:
a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif;
b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah;
c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.
Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.
Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.
Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.
Pesan sentuhan dan bau-bauan. Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian.
Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.
2.3 Hubungan Emosi dan Bahasa
Banyak orang mengatakan, bahasa adalah alat komunikasi. Tentu saja pernyataan ini tepat, karena dengan bahasa komunikasi antara manusia dapat terjalin. Namun, apakah fungsi bahasa hanya terbatas sebagai alat komunikasi?
Bahasa memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai alat ekspresi, integrasi, untuk tujuan praktis,artistik dan filosofis. Melalui bahasa, manusia dapat mengekspresikan apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan. Pikiran dan perasaan tersebut direalisasikan dalam bentuk ragam bahasa verbal dan nonverbal. Contohnya, ketika seseorang sedang sedih atau senang akan mengekspresikannya dengan menulis buku harian, menulis puisi, lirik lagu, cerita ataupun karya tulis atau pun bentuk bahasa tulis lainnya. Sedangkan ekspresi bahasa non verbal, yaitu ketika manusia mengekspresikan emosinya dengan menangis, menari, melontarkan kalimat – kalimat amarah, dan lain – lain. Dengan membahasakan ekspresi tersebut manusia akan merasa tenang dan terbebas dari tekanan emosi yang dirasakannya.
Sebagai contoh kasus yang riil adalah video luapan emosi Marshanda. Aksi nekat yang ia lakukan tersebut merupakan ekspresi dari emosi yang ia miliki. Dalam video itu, ia menangis, berteriak, menyanyi meluapkan emosinya secara non verbal. Entah tindakannya tersebut hanya untuk mencari perhatian semata atau memang murni diluar kesadaran. Apapun itu, aksi tersebut jelas menggambarkan bagaimana bahasa memiliki fungsi ekspresif, sarana efektif dari belenggu yang menghimpit batin. (Rizki Sunaryo 2009).















BAB III
FENOMENA

Rasa sakit hati Anang Hermansyah sudah tak terbendung terhadap Krisdayanti. Penyanyi sekaligus pencipta lagu ini akhirnya menceraikan sang istri secara Islam, empat hari sebelum puasa. Menurut lelaki berusia 40 tahun ini, semua sudah selesai. Termasuk pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak.

Diva yang akrab disapa KD itu disebut-sebut berani bermain api di belakang suaminya. Malahan, KD memperkenalkan pria idaman lain itu pada anak-anaknya. Pria yang mengalihkan perhatian pelantun I'm Sorry Good Bye menurut anak-anak KD, adalah pengusaha kaya asal Timor Leste.

Sudah sebulan terakhir, Anang dan kedua anaknya tinggal di studio rekaman KD Production. Sementara Yanti tinggal di rumah. Mungkin, wanita yang sudah bermain dalam sejumlah film itu tak terlalu peduli dengan perasaan keluarganya. Pada saat itu Dia berada di Timor Leste untuk manggung, walau itu dianggap kamuflase oleh dua anaknya. Satu yang pasti, jika dibiarkan hal itu akan menjadi bumerang yang menghancurkan kehidupan KD. Anak KD menagaku mereka marah kepada Ibunya saat dibincangi oleh wartawan infotaiment.

Pada April 2003, Krisdayanti digosipkan memiliki hubungan dengan gitaris Tohpati. Kabar bahwa anak pertama Krisdayanti, Titania Aurelia Nurhermansyah, merupakan anak dari hasil hubungannya dengan Ari Sigit muncul pada Agustus 2005. Pada Mei 2007, Krisdayanti ditemukan makan siang dengan seorang pengusaha di Jalan Orchard, Singapura. Ia juga digosipkan berselingkuh dengan Dicky Wahyudi. Benarkah Krisdayanti memilih selingkuhan ketimbang keluarga?

Bentuk kekecewaan anang ini dilukiskannya dalam bentuk sebuah lirik lagu yang dia ciptakan pasca perceraian dengan KD. Lirik lagu tersebut yakni :

Separuh jiwaku pergi
Memang indah semua tapi berahkir luka
Kau main hati dengan sadarmu
kau tinggal aku
Benar ku mencintaimu tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku
Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua yang kita bina
Kau hancurkan semua
















BAB IV
ANALISIS

Emosi dasar manusia ditandai dengan kata-kata,kebahagiaan, kemarahan, ketakutan, kejutan, menjijikkan, dan malu (Ekman, 1980, 1989; Izard, 1971. 1977). Di luar pengkodean langsung emosi dalam bahasa via kata-kata emosi sendiri, para pembicara dan penandatangan mempunyai akses kepada suatu penanda-penanda ilmu bahasa yang luas untuk menyampaikan modulasi-modulasi sikap atau pendirian. Sebagai contoh, Biber dan Finegan (1989) membangun daftar lebih dari 100 makna kamus menandakan sikap-sikap perbedaan di dalam bahasa Inggris. Suatu konteks tulisan di mana pendirian pribadi memainkan suatu peran yang kritis dalam cerita. Ini adalah catatan pertama oleh Labov dan Waletzky (1967), yang memperkenalkan fungsi yang evaluatif sebagai suatu aspek yang penting tentang segala cerita sukses. Dari sebuah lirik lagu yang ditulis oleh seseorang kita bisa tahu emosi yang diekpresikan oleh penciptanya.
Lirik lagu diatas merupakan bentuk ekspresi bahasa dan emosi yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bahasa yang ditulis oleh pencipta lagu diatas memilki karekteristik yakni
• Semantic : yang berkaitan dengan arti kata
• Arbitrariness : hubungan intrinsik antara unit bahasa dengan pengertiannya
• Displacement : bahasa bisa mengkomunikasikan informasi tentang hal-hal di lain tempat atau waktu
• Productivity : menggunakan jumlah yang terbatas dari unit-unit pengertian dalam bahasa yang diberikan, terdapat jenis yang tidak terbatas yang bisa diekspresikan dari kombinasi yang berbeda
• Traditional transmission : terdapat peran yang penting dalam mengajarkan dan mempelajari dalam penyebaran bahasa yang diberikan dari generasi ke generasi (Crystal, 1987)

Melalui karakteristik bahasa yang digunakan dalam lagu “Separuh Jiwaku Pergi“ kita bisa menafsirkan emosi penciptanya. Karena emosi bukan hanya pengalaman-pengalaman subjektif belaka, emosi mempunyai berbagai fungsi. Seperti kesiapan untuk aksi melalui pengerahan dan koordinasi dari bermacam-macam mekanisme fisiologis, membentuk perhatian dan persepsi, memfasilitasi memori, membentuk perilaku untuk tujuan yang langsung pada aktivitas, beradaptasi dengan perubahan tuntutan sosial, mempengaruhi perilaku yang lain,dan membantu pembuatan keputusan (Panskeep, 1998).
Ekspresi wajah terjadi dengan cara bicara dan melayani beberapa fungsi: Mereka dapat menyatakan emosi dari pembicara sendiri, atau emosi pokok materi yang sedang dibahas; mereka dapat menyediakan isyarat semantik bahwa boleh atau tidak boleh berlebih-lebihan dengan pesan ilmu bahasa yang mereka temani; mereka boleh juga bertindak sebagai penanda syntactic, untuk membantu memperjelas suatu ucapan.

Pada orang dewasa emosi yang ditunjukkan tidak seperti bayi dan anak-anak, orang dewasa yang normal dapat melakukan bahasa verbal dan nonverbal dalam berkomunikasi, dan mereka dapat mengintegrasikannya. Namun, tetap ada perbedaan dalam ekspresi. Seperti yang ditunjukkan oleh Anang
Pada orang dewasa, interaksi antara bahasa verbal dan non verbal dalam komunikasi emosi dipengaruhi oleh budaya spesifik yang ada,walaupun factor biologis juga berperan. Fakta juga menunjukkan bahwa bisa saja satu emosi dasar menjadi ekspresi universal tergantung keadaan.
Dalam lirik lagu diatas bisa digambarkan bahwa emosi Anang adalah kecewa karena dikhianati oleh isterinya ini terlihat dari salah satu lirik lagu diatas yakni:
Benar ku mencintaimu tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku
Kau dustakan semua yang kita bina
Kau hancurkan semua
Untuk memahami emosi seseorang yang diekspresikan lewat tulisan lirik lagu tidaklah mudah, namun jika kita jeli dengan berulang kali membaca dan mendengar lagu tersebut kita bisa tahu apa yang sedang dialami oleh pencipta lagu termasuk didalamnya emosi.
Jadi dari lirik lagu diatas jelaslah bahwa melalui sebuah pesan lagu kita juga bisa memahami apa emosi yang diekspresikan oleh seseorang dan apa yang tengah dialami oleh orang tersebut. Semua ini tak terlepas dari adanya hubungan antara bahasa dan emosi. Dan dari lirik lagu diatas kita bisa lihat langkah-langkah yang dilakukan untuk menuju kecerdasan emosional komunikasi sehingga lagu tersebut enak untuk didengar dan dibaca liriknya. Langkah menuju Kecerdasan Emosional Komunikasi adalah:
1. Menghindari penggunaan bahasa informal atau kata-kata populer, kecuali telah mengenal pembaca/penerimanya dengan baik.
2. Tidak mempergunakan frase-frase atau kata-kata yang bermuatan emosi, seperti : benci
3. Tulisan menimbulkan emosi-emosi pada diri kita. Ketika hendak menuliskan keluhan/komplain, tulislah setelah dapat menguasai diri. Sehingga ketika menuliskannya, bahasa yang dipakai mencerminkan keakuratan dan obyektivitas.
4. Pastikan kalimat-kalimat yang pendek tidak bermuatan emosional, kecuali jika telah membahasnya secara detil dengan si penerima pesan, melalui telepon atau bertemu langsung.
5. Baca kembali pesan . Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mengecek kejelasan isi dan maksud, namun juga untuk mengecek nada emosional yang ada dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri: Bagaimana tanggapan si penerima tentang pesan ini? Apakah pesan ini akan membangung hubungan yang konstruktif ataukah justru akan menghancurkannya?
6. Kenali pesan dan makna yang ingin dikirim dan tentukan mengapa mengirimnya
7. Ketika menerima informasi, berlapangdadalah ketika mengartikan pernyataan yang berlebihan yang diterima, dan sadari adanya kemungkinan pengungkapan itu tidak mencerminkan maksud si pengirim yang sesungguhnya, sebelum mengirimkan bantahan.
8. Mintalah kejelasan secara tertulis sebelum membuat keputusan untuk bertindak,.
9. Kata-kata negatif di dalam pesan bisa dibaca berulang-ulang, sehingga membuat tanggapan emosional di penerima semakin kuat. Hal ini terjadi karena orang mempunyai kesempatan mempelajari isi tersebut sesering yang ia inginkan. Karena itu, carilah makna sebenarnya yang mungkin diinginkan oleh si pengirim pesan.
10. Sempatkan waktu untuk berpikir dan merasakan sebelum menulis. Dan jangan sekali-kali menulis tanpa memikirkan atau merasakan sebelumnya.
Dengan langkah-langkah diatas KD dan para pendengar Anang lagu bisa memahami ekspresi dari emosi Anang. Dan Krisdayanti juga mengakui bahwa mantan suaminya tidak bisa marah secara langsung namun justru suaminya lebih berorientasi menuangkannya dalam bentuk lagu-lagu. Tak heran jika Krisdayanti juga menyukai lirik lagu mantan suaminya hal ini dikarenakan frasa yang dipakai dalam lirik lagu tepat. Lagu-lagu yang diciptakan anang merupakan bentuk bahasa nonverbal sebagai ungkapan emosinya kepada mantan isterinya..



















BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Emosi adalah jiwa yang mempunyai kekuatan dan kedalaman sehingga dapat menggerakkan diri dengan semangat dan sumber energy.
Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti.
Bahasa memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai alat ekspresi, integrasi, untuk tujuan praktis,artistik dan filosofis. Melalui bahasa, manusia dapat mengekspresikan apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan. Pikiran dan perasaan tersebut direalisasikan dalam bentuk ragam bahasa verbal dan nonverbal. Contohnya, ketika seseorang sedang sedih atau senang akan mengekspresikannya dengan menulis buku harian, menulis puisi, lirik lagu, cerita ataupun karya tulis atau pun bentuk bahasa tulis lainnya. Sedangkan ekspresi bahasa non verbal, yaitu ketika manusia mengekspresikan emosinya dengan menangis, menari, melontarkan kalimat – kalimat amarah, dan lain – lain. Dengan membahasakan ekspresi tersebut manusia akan merasa tenang dan terbebas dari tekanan emosi yang dirasakannya.
Dari lagu “Separu Jiwaku Pergi” kita bisa melihat adanya kaitan antara bahasa dan emosi. Dimana kita bisa lihat dari kata-kata yang digunakan yang melambangkan emosi seseorang.






0 comments: