Saturday, 2 August 2008

My Holiday

Liburan kali ini sungguh sangat membosankan,tak ada waktu bagiku untuk menghabiskan liburan dikampung halaman,hanya satu minggu aku dikampung dan selebihnya waktu liburanku habiskan di Padang.Selain sibuk mengurus kartu rencana studi aku disibukkan mengantar Adikku yang tahun ini masuk ke Perguruan Tinggi serta aku disibukkan dengan kegiatan organisasiku.Hampir sebulan kami libur,namun tak ada kesan berarti yang ku dapat seperti liburan sebelumnya.Tak terasa kini aku telah duduk di semester III dibangku perguruan tinggi,tak ada waktu untuk bercanda lagi yang ada adalah keseriusan agar aku cepat menyelsaikan kuliahku ini.Dulu waktu SMA semua tugas bisa dikerjakan bersama,tapi sekarang semuanya berubah tugas aku kerjakan secara sendiri.
Dulu aku pernah berkata kepada teman baiiku agar Ia selalu “optimis”dalam menggapai sesuatu dan itu menjadi ciri khas pada diriku,namun sekarang semuanya berubah aku menjadi orang yang pesimis dan mudah pasrah atas segala hal,sekarang teman baikku tak ada lagi disampingku,kami berbeda haluan semenjak lulus dari SMA,Aku kuliah di UNP mengambil program studi psikologi,dan Ia ke IAIN Imam Bonjol mengambil jurusan Sejarah Kebudayaan Islam.
Walaupun sekarang kami beda haluan itu tidak menjadikan hubungan pertemanan kami menjadi renggang,tetapi dengan adanya perbedaan ini kami bisa saling membagi ilmu diantara kami.Sekarang aku sadar betapa sangat berarti seorang teman,Dialah tempat kita berbagi selain orang tua kita.Ada yang bilang teman itu hanyalah sebuah benalu Ia bisa menikam dari belakang.Biarlah orang berkata demikian,teman bagiku sangat berarti dia bisa menghibur diwaktu aku sedih ataupun bosan,dia selalu menyemangati agar aku bekerja keras lagi untuk meraih cita-cita yang sudah didepan mata.
Dapat dipahamai tak selamanya teman harus disamping kita,untuk itu kita harus membiasakan diri untuk mandiri tak menggantungkan diri pada orang lain.Semangat…….semangat kata inilah yang sering terucap dalam hati kecil ini,memang semangat harus ditumbuhkan dalam hidup ini.
Hanya segelintir orang yang bisa memahami hal seperti ini,kebanyakan orang mau menang sendiri tak memperdulikan orang disekitarnya.Padahal dalam kehidupan ini kita takkan bisa hidup bila Tidak saling tolong menolong.
Sebagai seorang calon psikolog aku bisa memahami semua problema yang terjadi ditengah masyarakat sekarang ini,kebanyakan orang stress dikarenakan memikirkan urusan orang lain padahal urusan dia sendiri tak beres,untuk menekan hal ini,mulailah dari diri pribadi,nikmati saja apa yang telah diberikan tuhan kepada kita.Tak ada kehidupan yang mudah dimuka bumi ini,segala sesuatu membutuhkan pengorbanan,tanpa perngorbanan sesuatu takkan bisa diraih.Memang tepat kata pepatah “berenang-renang ketepian,berakit-akit kehulu”.Kita harus bersusah-susah dahulu,namun kelak dikemudian hari kita mendapatkan kesenangan.
Kini teman-teman baikku tak ada lagi disamping,mereka mengahabiskan waktu liburan di Tempatnya masing-masing dan akan kembali ketika perkuliahan dimulai.Sahabat betapa berarti kehadiranmu,aku tunggu kabar darimu,kabar yang memberikan kesejukan pada diri ini.
Pagi itu aku berangkat kekampus sekitar 6.30 Wib,untuk mengurus KRS,walaupun datang pagi aku juga harus antri untuk mendapatkan ABO,hampir 2 jam aku antri,ku lihat jam tanganku menunjukkan jam 12.00 Wib siang,keringat dimuka ku mulai bercucuran,perut sudah keroncongan berbunyi minta makan,akhirnya namaku disebut juga untuk mendapatkan ABO,betapa gembiranya hatiku ketika mendapatkan ABO.Akupun tidak berlama-lama disana dan langsung pulang kekost temanku.
Siang itu Hpku berbunyi,hati ini menjadi penasaran,sms dari siapakah gerangan???Ku ambil hpku yang terletak diatas meja lalu ku dapati ada sebuah sms yang masuk,dari salah satu temanku yang kini sedang liburan di Jakarta,Dia menayakan kabar ku sekarang dan bagaimana liburanku kali ini,aku menjawabnya “aku tidak menghabiskan liburan kemana-mana,yang ada aku hanya mengurus dan mengantar adikku yang masuk Perguruan Tinggi”.Walaupun hari itu hanya ada seorang yang kirim sms paling tidak sudah menghibur hati ini.
Kini aku mulai memutar otak,berpikir kemana aku akan berlibur,pulang kekampung halaman tak mungkin karena dikampung juga sepi,kegiatan perkuliahan disana juga sudah berakhir dan teman-teman pada liburan.Yang terlintas dalam pikiranku sekarang adalah akan berlibur ditempat paman di Jambi.Sekarang hanya ada satu jalan yakni ikuti kemana angin berhembus,kesanalah akan aku injakkan kakiku ini.
s

0 comments: