Wednesday, 8 March 2017

WAWANCARA KERJA

WAWANCARA KERJA

PELAJARI STEP BY STEP RAHASIA BAGAIMANA SUKSES WAWANCARA KERJA

SPESIFIKASI
Status: Ready

Format : PDF
Harga   : Rp. 50.000

MENGAPA EBOOK WAWANCARA KERJA DITULIS?

Menjawab banyaknya klien yang konsultasi wawancara kerja ke penulis dan terbukti setelah konsultasi klien tersebut mampu lolos wawancara kerja

Mungkin Anda pernah atau sedang mengalami hal-hal ini:
• Merasa kemampuan Anda luar biasa, tapi kok tidak lolos wawancara kerja...
• Persiapan wawancara kerja sudah maksimal, tapi tetap masih gagal...
• Anda telah menghabiskan banyak kesempatan wawancara kerja, tapi hasilnya tak sebanding...
• Berbagai hal sudah Anda gunakan, tapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan...
• Anda sudah bosan dengan wawancara kerja terus menerus...
• Atau... Anda ingin tahu Rahasia Bagaimana sukses wawancara kerja?
Atau mungkin Anda pernah:
• Beli buku tentang wawancara kerja, tapi kok yang diajarkan hanya penjelasan wawancara kerja
• Baca ebook, tentang wawancara kerja, tapi kok caranya udah itu-itu aja...
• Googling wawancara kerja, tapi kok ilmunya susah dipahami...
• Hadir di workshop lolos wawancara kerja, tapi kok biaya yang dikeluarkan gak sebanding dengan hasil yang didapat
... dan pengalaman buruk lainnya
Jika Anda pernah atau sedang mengalami hal tersebut di atas, berarti Anda pas banget baca ebook ini!
Alhasil, ebook ini sangat membantu Anda...
• Pelamar kerja untuk sukses lolos seleksi kerja
• Pelamar kerja untuk dapat meyakinkan user dengan jawaban yang diberikan
....dan masih banyak lagi

KENAPA EBOOK INI LAYAK UNTUK ANDA BACA?

• Ditulis oleh orang yang memiliki pengalaman di HRD dan lulusan Psikologi
• Berisi tentang, strategi, dan tips dan strategi untuk lolos wawancara kerja
• Disertai dengan berbagai contoh dan exercise agar lebih mudah dipraktikkan
• Bahasa mudah dimengerti oleh berbagai kalangan

MAAF... EBOOK INI BUKAN UNTUK ANDA!

Jika Anda penganut konsep "LOLOS KERJA INSTAN", maka sebaiknya jangan beli ebook ini. Karena mempraktikkan isi ebook ini butuh waktu yang cukup lama, tidak secepat yang orang lain pikirkan... Dan jika Anda bukan tipe orang "pembelajar", maka sebaiknya jangan ebook ini. Karena ebook ini akan memberikan banyak pelajaran berharga dalam wawancara kerja sebagai tahapan dari seleksi kerja

TAHUKAH ANDA?
10 % ROYALTI SETIAP ORANG YANG ORDER DISEDEKAHKAN!

Setelah Anda putuskan beli ebook ini, artinya Anda turut serta dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena 10% royalti setiap ebook yang diorder ini akan disedekahkan...

"SEMAKIN BANYAK YANG MEMBELI EBOOK INI, INSYAALLAH
SEMAKIN BANYAK KEBAIKAN YANG BISA TERSALURKAN..."

Saya berharap, semoga hadirnya Ebook ini bisa banyak membantu Anda agar saat  anda menghadapi wawancara kerja lancar,  makin meningkat rasa percaya diri menghadapi wawancara kerja...

.... Aaamiiin ....
Order Ebook Wawancara Kerja : SMS/WA 08117383222

Read more >>

Sunday, 26 February 2017

KESEMPATAN BERKARIR DI PERTAMBANGAN BATU BARA

Punya impian bisa bekerja di pertambangan batu bara adalah salah satu tujuan karir saya. Salah satu industri yang belum pernah saya masuki.

Saya sering berdiskusi dengan teman saya yg bekerja di pertambangan @raditya_rifki
untuk berkarir dipertambangan. Untuk mengetahui budaya kerja dipertambangan.

Sepanjang karir saya, ini yang ke 4 kali saya dapat panggilan di pertambangan pertama di PT. Energi Alam gagal di interview awal kedua Di PT. Ricobana Abadi, tidak hadir interview user di Jakarta ( saat masih bekerja di PT. MNC Sky Vision, Tbk) ke tiga di  Baramulti Group saat itu saya menolak untuk datang tes di HO jakarta karena masih bekerja di PT. Mandala Multifinance, Tbk. Dan hari ini dapat panggilan di PT. Pama Persada. Tapi kemungkinan besar saya tidak bisa hadir karena tes di Semarang sedangkan saat ini saya lagi di kampung halaman.

Allah selalu tahu yang terbaik bagi umatNYa. Mungkin belum rejeki buat berkarir sebagai HRD di pertambangan. Terus berusaha suatu saat pasti ada kesempatan lagi.

Ya Allah kenapa begini,  disaat saya tidak lagi di Semarang kesempatan berkarir sbg HRD di pertambangan datang meski harus melalui rangkaian tes ... Saya selalu yakin Engkau punya rencana tetbaik bagi karir hamba. Mungkin saat ini berkarir di perusahaan pembiayaan adalah yang terbaik bagiku

Read more >>

HARI "J"

Dengan usaha, do'a dan semangad aku melalui hari-hari  berjuang untuk menyelesaikan studi, tak kenal lelah, tak kenal waktu aku berusaha untuk bisa finish tepat waktu. Dan akhirnya Allah menjawab usaha dan do'a ku di bulan Ramdhan tahun ini meskipun dengan berbagai tantangan yang dihadapi.

Jawaban dari setiap do'a yang ku panjatkan adalah datangnya hari yang dinanti ,hari tersebut adalah hari "J" harinya aku "Sidang Skripsi", perasaan cemas, tegang menyelimuti diri ini.Tak tahu mau bagaimana, namun aku tetap meyakinkan diri bahwa aku pasti bisa.Beruntung aku juga  punya keluarga, teman-teman yang selalu kasih semangad disetiap waktu. Terimaksih untuk semuanya karena kalian semua aku mampu bertahan dan mampu menaklukkan segala tantangan yang datang.

Hari tersebut juga menjadi hari bersejarah aku ditahun ini, namun meskipun sudah melaluinya perasaan aku masih tetap cemas, apakah aku bisa ?hal inilah yang selalu terlintas dalam pikiran ku saat ini.  Perjuanganku menyelesaiakn skripsi dalam suasana masih mengambil mata kuliah. Dan setiap proses yang terjadi aku melaluinya dengan kesabaran, aku membuat perencanaan terhadap apa yang akan ku lakukan agar semuanya sesuai target, dan Proses-proses yang  aku lalui adalah :
Pengajuan skripsi di Biro Psikologi UNP Desember 2010
Feed Back dan Judul Diterima serta mendapat Pembimbing Maret 2011
Seminar Proposal Skripsi April 2011
Penelitian Juli 2011
Sidang Skripsi Agustus 2011
Dan sekarang aku menajalani hari-hari dengan agenda baru berharap berkah bulan ramdhan datang padaku, dan berharap rahmat allah untuk urusan yang masih harus diselesaikan.Terimakasih  ya Allah atas nikamat yang engkau berikan pada hambamu ini, engkau selalu memberikan yang terbaik bagi hambamu ini, dikala sulit engkau tunjukkan kekuasanmu dengan memberikan jalan keluar disetiap permasalahan yang dihadapi, ya Allah semoga engkau selalu meridhoi dan mempermudah segala urusan yang aku jalani sekarang.

Dengan nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusku. Ya Allah, berilah aku rasa ridha terhadap putusan-Mu dan berkatilah segala apa yang Engkau berikan ubun-ubunku dalam tangan-Mu, berlakulah atasku hukum keputusan-Mu dan adillah atasku segala taqdirmu. Aku mohon pada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengannya diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluq-Mu, atau yang Kau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi-Mu kiranya Engkau jadikan kitab al-Quran jadi kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan dukacitaku.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.

Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas kami dan teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap golongan yang kafir.

Ya Tuhan kami, janganlah kau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki dan berilah kami dari hadhirat-Mu rahmat karena Engkau adalah Yang Maha Pemberi.
Ya Allah kokohkanlah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman, dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan sesat.

Ya Allah sebagaimana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku, maka berilah penghalang antaraku dan antara syaitan serta perbuatannya.

Ya Allah aku mohonkan pada-Mu jiwa yang tenang tenteram, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu dan ridha atas keputusan-Mu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.

Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.


”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)

Read more >>

Ketangguhan Pribadi Mahasiswa Semester Akhir

Tahun 2011 ini merupakan semester terakhir (8) aku di psikologi UNP (Universitas Negeri Padang), (moga semester 8 memang benar adalah semester terakhir bagiku, amin). Besar harapan aku bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Sekarang hari-hari aku lalui dengan proposal skripsi, semangat untuk wisuda dan membanggakan keluarga merupakan motivasi aku untuk merampungkannya.

Aku optimis, yakin bahwa aku pasti bisa melewati semua ini dengan usaha yang aku lakukan. Aku harus menjadi pemenang dalam "pertarungan" ini. hal ini memang tak mudah, namun bila kita tekun dan yakin pasti bisa, aku harus menjadi pribadi tangguh.
Pribadi tangguh adalah orang yang mempunyai ketabahan hal ini sesui dengan yang dikatakan oleh kobasa yang mengemukakan konsep Hardiness, orang yang memiliki hardiness  memiliki pengertian akan hidup dan komitmen yang tinggi akan pekerjaan, memiliki kontrol akan perasaan yang baik dan terbuka akan berbagai kesempatan dan tantangan dalam hidup.

Jika dihubungankan dengan Tugas akhir "Skripisi" maka sesuai dengan teori diatas maka kita harus menghadapinya sebagai tantangan daripada mengangapnya sebagai kesulitan, jika kita memilki komitmen dan pengertian, serta kontrol terhadap perasaan kita, maka kita akan menganggap skripsi sebagai tantangan yang harus kita hadapi, bukan menganggapnya sebagai kesulitan. 
Hardiness berhubungan dengan beberapa dimensi ketahanan, ketabahan individu yang lebih luas dalam menghadapi masalah. Hardiness pada individu terutama terlihat pada komitmen, pengendalian dan persepsinya terhadap masalah-masalah sebagai tantangan. Selain itu individu juga mampu beradaptasi secara sehat dengan lingkungan yang memberikan tekanan-tekanan timbulnya stres. Hardiness  tergambar dalam 3 dimensi (Kobasa) yakni :
1.  Control atau keyakinanan bahwa individu dapat mempengaruhi apa saja yang terjadi dalam hidupnya.
2.  Commitmen atau kecendrungan melibatkan diri dalam aktivitas yang dihadapi dan bahwa hidup itu memilki makna dan tujuan, dan.
3.  Challenge atau pengertian bahwa hal-hal yang sulit dilakukan atau diwujudkan adalah Sesutu yang umum terjadi dalam kehidupan namun pada akhirnya akan datang kesempatan untuk melakukan dan mewujudkan hal tersebut.

Insya allah jika kita Sabar, ulet, rendah hati, dan memiliki ketangguhan pribadi, maka apa yang sedang kita hadapai akan kitat lalui dengan mudah....

"keep sprit juga  untuk teman-teman yang lainnya yang sedang menyelesaikan tugas akhir"

Read more >>

PEMUDA ITU PANTANG MENYERAH

Saya pemuda 27 tahun, Lahir dan menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di kaki gunung Kerinci.

Bertumbuh dalam lingkungan yang religius dan agamais membuatnya peka dengan banyak fenomena di lingkungan sekitar. Idealismenya mengakar kuat semenjak menempuh pendidikan sekolah dasar hingga SMA di desanya di Semurup. Saat SMA dia pernah menjadi salah satu narasumber di stasiun Radio siaran Indonesia Singapura, dimana percakapanya disiarkan di radio tersebut. Idealismenya bertambah kokoh semenjak hijrah menikmati pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Kota Padang.

Perguruan tinggi Strata 1 diselesaikannya dengan waktu 4 tahun di Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang. Meskipun kala mahasiswa, ia sempat mencicipi menjadi Jurnalis, terkadang ikut kegiatan sosial serta berpetualang mendaki gunung.

Bakat menulis mulai bertumbuh semenjak menjadi Mahasiswa, terutama ketika dipercaya menjadi salah satu reporter media kampus dan pengurus Himpunan Mahasiswa Psikologi di kampusnya. Beberapa karyanya sempat dimuat di beberapa media. Meskipun akhirnya Ia vakum didunia penulisan dan memilih berkarir di dunia HRD semenjak tamat dari bangku perkuliahan. Saat itu 3 hari setelah diwisuda Ia langsung mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan di Jakarta yang bergerak dibidang IT, karena tidak mendapat izin dari keluarga besar, dia mengurungkan niatnya hijrah ke Jakarta, dan mencoba melamar pekerjaan di wilayah sumatra barat dan Jambi, 2 minggu setelah wisuda dia langsung bekerja di salah satu biro Psikologi, saat itu dia ditugaskan untuk kantor cabang Pekanbaru. Meski akhirnya ia mengundurkan diri, dan memilih berjuang dari awal lagi di Jambi yang akhirnya membawa dia berkarir pula di pulau borneo tepatnya Kalimantan Timur. Bekerja dipulau Borneo memberikan pengalaman yang berharga baginya.

Realita kehidupan berstatus karyawan swasta, dan sempat ditolak beberapa Perusahaan setelah keluar dari Kalimantan, ini membuatnya pantang menyerah dalam meraih yang diimpikannya, karena ia mesti harus berjibaku untuk berdamai dengan keadaan. Menjaga passion dan idealisme, Reza memilih jalan menjadi seorang HRD dan meninggalkan dunia jurnalistik meski tak sepunuhnya karena dia sesekali masih mengirimkan karyanya ke media , Dia juga pernah menjadi seorang HR di salah satu grup perusahaan media terbesar di Indonesia yakni dipercaya pegang cabang Muara Enim. Hal ini memberikan tantangan terbesar, kesempatannya untuk semakin berkembang dan kesempatan belajar hal-hal baru. Setelah keluar dari perusahaan yang bergerak dibidang media, dia memilih untuk berkarir di perusahaan pembiayaan. Disini kesempatannya untuk berkembang semakin terbuka karena disini dia harus mobile ke cabang-cabang yang ada di daerah yang tentunya berada di wilayah yang berbeda-beda pula. Dan dia kembali dipercaya ditempatkan di cabang yang ada di regional Kalimantan. Saat ini dia mengelola rekruitmen 12 cabang.

Itulah yang membuat Muhammad Reza merasa lebih nyaman dengan aktivitas yang dilakukannya sekarang. Reza merasa belum mampu mengemban amanah menjadi seorang rekruiter yang ideal, bijak, dan mengabdi melakukan perekrutan karyawan, mengelola Kantor Cabang dengan produktivitas yang termasuk terbaik di Indonesia.

Pria lajang yang gemar berpetualang mendaki gunung saat menjadi mahasiswa ini meyakini bahwa di mana saja berada, di situ lah pengalaman-pengalaman, kesempatan belajar tercipta. Oleh sebab itulah, Reza merasa memiliki ruang yang sangat luas untuk beraktualisasi, menjelajah dan menganalisis keunikan masing-masing Individu yang di temuinya dalam realita perjalanan hidup.

Bagi Reza, apa yang didapatkkannya saat ini adalah hadiah dari kesabaran, kerja keras, ketekunan, sikap pantang menyerah, dan selalu menyerahkan segala urusan pada Allah. Kerja adalah Ibadah. Bukan sekedar karena ingin karir bagus, atau gaji gede. Kerja yang didapat adalah amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan kelak. Jadi pemuda itu mesti punya jiwa pantang menyerah dalam segala hal termasuk pekerjaan.

Itulah mengapa, dia selalu tertantang dengan pengalaman-pengalaman baru dengan tempat baru.

Insya Allah amanah ini akan di jaga, dan membuat diri berbenah agar lebih baik lagi.

Balikpapan, 26 Februari 2016

Read more >>

ANA PASTI MERINDUKAN MASA-MASA DI BALIKPAPAN

Hati ana terasa sedih bukan main. Kalimat ini jalan terbaik dari Allah tak henti  ana gumamkan, tatkala hari perpisahan semakin mendekati kenyataan.

Ana hendak kembali ke Sumatra, setelah empat bulan lamanya berada di Balikpapan, dalam rangka penugasan kerja dari perusahaan tempat ana bekerja.

Selama empat bulan di Balikpapan, ana sudah berkeliling daerah yang ada di Kaltim, Kaltara, Kalbar. Diantaranya Berau, Tarakan, Penajam , Samarinda, Tanah Grogot, Pontianak, dan Sambas.

Sebagai kenangan perpisahan ana ingin menulis tulisan seperti ini, untuk sekedar mengingat dan melepas rasa haru, rindu karena mungkin kita tidak akan bersua lagi. Awalnya ana sempat khawatir karena tidak semua orang suka dengan tulisan ini sebagai ungkapan rasa terimakasih dan sekedar mengingatkan ana pernah kenal, bersilaturrahmi  ikut liqo bersama ustadz beserta ikhwan lainnya. Mungkin karena keterbatasan bahasa tulis untuk menuangkan makna sebuah nasihat, saran atau kritikan. Atau kadang-kadang  mood (suasana hati)yang sedang tidak baik ketika membacanya. Akibatnya nasihat bisa dianggap tipu muslihat, usulan seolah ingin menjatuhkan dan kritik dirasa sangat sarkastik. Akhirnya tulisan yang dimaksudkan sebagai media silaturahmi, nasihat, kritik maupun saran itu malah berubah menjadi masalah.
Namun rasa haru, rindu, galau ana akhirnya mengalahkan kekhawatiran itu. Galau karena mungkin tidak dapat bersua dan  berkumpul lagi dalam liqo. Meski hanya dalam tulisan ini. Semoga Ustadz bersedia membaca tulisan ini dan memaafkan jika ada pilihan kata yang tak berkenan.

Sesungguhnya ana tidak ingin perpisahan, dan meninggalkan majelis ilmu bersama ustadz dan ikhwan lainnya di Balikpapan serta pergi ketika semangat dakwah ini membara. Ana sadari ada pertemuan ada perpisahan, ada kehidupan, ada kematian. Kerinduan ana yang lebih dahsyat lagi adalah kerinduan menikmati masa-masa indah saat pertama kali ikut liqo di Balikpapan, ana proaktif mencari informasi liqo di Balikpapan dan akhirnya bersilaturahmi dengan Ustadz meski awalnya hanya via medsos facebook dan whats app. Ustadz memberikan informasi jadwal dan tempat liqo, ana bingung karena tidak tahu alamat lokasi liqo, ana bertanya ke rekan kantor ana, tapi tetap tidak tau dengan alamatnya. Ana pun berkirim pesan WA mengungkapkan hal ini. Pada akhirnya ustadz bersedia menjemput ana di kos, itu pertama kali ana bertemu langsung dengan ustadz. Ana pasti merindukan saat ketika liqo menjadi kebutuhan, bukan sambilan atau tempat mampir sepulang dari kantoran. Saat ketika membina adalah kewajiban bukan paksaan atau beban yang memberatkan. Ana pun rindu ketika nasihat-nasihat ustadz untuk amaliyah harian menjadi kebiasaan bukan sekedar program yang dipaksakan.

Rasanya nikmat sekali ketika hampir setiap pekan pergi ke BDS 1 lokasi rumah ustadz untuk mengikuti liqo. Meski awalnya harus naik gojek dan mencari-cari rumah ustadz dibantu mas gojek. Selanjutnya ana selalu numpang sama motor ikhwan yang searah dengan ana. Untuk pulang ana tak perlu khawatir karena ikhwan-ikhwan yang lain dengan ikhlas mengantar ana pulang. Ana juga bakal rindu berkumpul di rumah ustadz dalam majlis Ilmu. Atau pergi ke Masjid Ar Rahmah Sepingan Pratama setiap pekanan untuk ta’lim silaturahmi atau sekedar menjadi peserta kajian. Begitu juga kerinduan saat merasakan kenikmatan hadir di liqo, bertemu dengan ikhwan dan memberi santapan hati dan nurani.

Ustadz… terus terang, banyak hal-hal mengasyikkan di Balikpapan yang telah hilang dari dakwah ini, dari diri ana tepatnya.

Ustadz yang disayangi Allah…

Dalam pertemuan liqo selalu ada candaan , ana, ustadz, dan ikhwan lainnya. Seingat ana, di setiap pertemuan selalu ada bahasan pernikahan dan ana selalu dipojokkan untuk hal pernikahan karena ana salah satu yang tertua diantara ikhwan lainnya yang belum menikah.

Ustadz… Ana jadi semakin sedih  tidak dapat lagi ikut liqo bersama ustadz dan rindu pada majlis ilmu tersebut. Ketika tsiqoh pada murobi membuat kami merasa aman untuk saling terbuka. Tsiqoh membuat hubungan menjadi nyaman dan mengasyikkan. Dengan tsiqohlah kami merajut tali ukhuwah dengan tsiqoh pula kami mempercayakan proses pernikahan kami. Seingat ana, rata-rata kami memang belum menikah hanya mengandalkan ketsiqohan pada murobi dalam urusan memilih pasangan. Karena kami tahu betul, bahwa murobi tidak memutuskan sendiri. Ada banyak mata dan telinga lain bersamanya. Dan yang terpenting, kami memahami bahwa murobi adalah perpanjangan tangan jamaah dalam kedudukannya itu. Itulah modal besar kami dalam berdakwah di marhalah dakwah keluarga.

Ustadz yang diberkahi Allah...

Meski kedepannya ana tidak dapat lagi ikut liqo. Ana berharap silaturahmi tetap terjaga dan ana masih bisa bertanya kepada ustadz khususnya ilmu agama. Ana berharap meski meninggalkan majlis ilmu di Balikpapan. Ana bisa liqo ditempat baru dengan suasana seperti di bina ustadz.

Ustadz terimakasih untuk nasihat, saran dan kritikan terhadap ana. Taujih ustadz akan selalu ana ingat. Mungkin di dunia kita tidak dapat bersua lagi. Semoga kita dapat bersua di Jannah Allah. Aamiin

Ustadz…, semoga ini bisa mengurangi kesedihan, kerinduan ana. Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan kekuatan untuk Ustadz dan para ikhwan yang lain dalam menjaga dakwah ini. Sehingga tidak ada yang tegak kecuali kalimat al-Haq, tidak ada yang tinggi kecuali panji Allah, dan tidak ada yang menang kecuali para pendukung kebenaran. Aamin

Balikpapan 18 Maret 2016

Read more >>

HIJRAH KEHIDUPAN

Awal april 2016 adalah pertama kali saya menginjakkan kaki di provinsi Bengkulu, kota yang akan menjadi tempat perjuangan kehidupan dalam hidup saya setelah pulau kalimantan. Setiap perantauan selalu menyisakan kisah suka duka. Namun kali ini saya sangat tertantang ingin tahu tentang Bengkulu. Saya datang kesini bukan karena travelling, akan tetapi saya kesini karena ditempatkan bekerja di Regional Bengkulu. Seorang pria yang tangguh, yang selalu tertantang akan hal-hal baru. Tempat baru memberikan pelajaran dan pengalaman baru. Membuat kita mesti fight karena hidup sendiri jauh dari keluarga. Tahun lalu saya sudah dikabari bakal ke Bengkulu oleh perusahaan tempat saya bekerja. Ini berarti membuat saya yang anak muda memutuskan untuk hijrah tinggal di Bengkulu, walau tanpa sesiapapun yang dikenal.
Merantau itu melatih kemandirian, tanggung Jawab. Saya sudah merantau sejak tamat SMA,  sejak itu saya jauh dari keluarga. Seorang perantau mesti mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan baru. Sebagai perantau, mesti memiliki mental yang kuat, sikap pantang menyerah. Selepas SMA, saya kuliah pada Program Studi Psikologi. Setelah lulus, saya mengawali karir di sebuah lembaga Psikologi di Pekanbaru. Saya bertekad tetap menjadi pria muda yang ramah dan rendah hati. Saya pun tetap mempertahankan hal ini saat saya bekerja, meskipun saya ingin berkarir di dunia pendidikan, namun saya tidak pilih-pilih pekerjaan yang penting menghasilkan. Saya pernah merintis karir menjadi jurnalis yang jauh dari latar belakang ke ilmuan saya saat masih kuliah.  Namun, dunia kerja tak selalu sejalan dengan teori. Pada akhirnya, saya memilih bekerja dibidang Human Resource Development ( Sumber Daya Manusia). Orang tua saya merestui dan meyakini bahwa itu bagian dari proses sebelum nantinya meneruskan estafet ke bidang lain.
Lalu, Awal diterima kerja di perusahaan tempat saya bekerja Desember 2015, Tuhan berkehendak lain. Saya tidak langsung ke Bengkulu,  Allah SWT berkehendak saya merantau ke Kalimantan. Kabar yang sangat membuat saya tertantang dan membuktikan bahwa saya mampu beradaptasi dan bersosialisasi di lingkungan apapun. Di Kalimantan, saya bertemu banyak orang dari latar belakang budaya berbeda. Saat akan pindah ke Bengkulu saya mengabari hal ini ke teman-teman saya termasuk grup liqo saya di Balikpapan. Saat perpisahan dengan majlis liqo, Ustadz merangkul saya,  saya gemetar karena sedih akan berpisah  dan ustadz  berbisik: "Silaturrahmi terus dijaga dimanapun, teruslah belajar di Tarbiyah, jika ada kendala beritahu saya "red ustadz" . Semua semangad saya, semua pemikiran saya, telah saya curahkan dengan niat Ibadah kepada Allah. Hingga akhirnya Tuhan menunjukkan kepada saya, betapa saya mampu menjalankan apa yang sudah diamanahkan dan memberi jalan kepada saya untuk ke Bengkulu.
Saya selalu memotivasi diri bahwa saya mampu menjalankan ini semua. Saya tak kuasa menahan haru. Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada saya. Saya berharap bisa terus berporoses untuk berkrmbang ke arah kemajuan. Saya selalu meyakini perubahan perlu proses, hambatan akan terpecahkan bila kita mau berjuang. Merenung, betapa apapun yang tertulis dalam Lauhul Mahfuds akan terjadi. Hidup tetaplah misteri, karenanya selalu menarik untuk diperjuangkan dan dijalani dengan sebaik-baiknya.

Bengkulu, 6 April 2016

Read more >>

BERJALAN HIJRAH

Dulu Bengkulu hanya dalam mimpi. Sekarang benar-benar tinggal di Bengkulu. Membuka peta hidup yang pernah ditulis. Bengkulu memang tidak pernah ada di dalam catatanku, tetapi ssetahun yang lalu saya memimpikan dapat ke daerah ini. Ternyata Allah mengijabah hal ini. Memberi kesempatan menetap di Bengkulu. Malah diberi bonus kesempatan ke daerah-daerah lainnya. Bersyukur satu persatu yang ada di peta hidup terwujud, tentunya ini semua berkat usaha, doa, ikhtiar yang di jalankan.

Niat yang lurus, kesungguhan diri, dan kemantapan hati kunci mewujudkan impian, meskipun tak semua impian harus terwujud karena Allah memberi sesuai dengan apa yang di butuhkan hambaNYA.

Dalam perjalananan ini tidak sedikit ujian yang dilalui, namun saya selalu tumbuhkan keyakinan dalam diri bahwa Allah menguji sesuai kemampuan, dan Allah akan selalu memberi pertolongan di waktu yang tepat.

Betapa bersyukur saya dengan pekerjaan sekarang. Pekerjaan yang menyita tenaga dan waktu karena sering ke daerah-daerah baru.
Pekerjaan yang mesti dinikmati, dijalani yang memberi banyak kesempatan untuk belajar hal-hal baru.

Dalam Islam pun, kita dianjurkan untuk berjalan hijrah, sehingga kita bisa lebih banyak melihat, mendengar, dan memahami tentang segala ciptaan Allah dan berbagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Yang dengan begitu maka akan bertambah pula ketaqwaan kepada Allah Swt.

Jadi, kesempatan bekerja sebagai rekruiter yang sering visit ke cabang-cabang yang ada di daerah-daerah mesti dimanfaatkan dengan sebaik mungkin selagi diberi kelapangan waktu dan rezeki untuk bisa berkunjung ke daerah-daerah, maka seharusnya yang utama bukanlah untuk berfoto agar dilihat orang lain, bukan pula untuk update status agar diketahui orang lain. Allah memberikan karunia pekerjaan sebagai Rekruiter berupa kesempatan berkunjung kesana tiada lain adalah sebagai kesempatan melihat lebih banyak tanda-tanda kekuasaan dan Kebesaran-Nya.

Berkunjung ke daerah-daerah selain sebagai tanggung jawab pekerjaan, hal ini juga sebagai kesempatan memperluas tali silaturrahmi dengan orang-orang baru dari latar belakang yang berbeda. Tak lupa diwaktu luang pekerjaan, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat,  sehingga menambah wawasan baru, mengambil pelajaran tentang sejarah, tentang peristiwa-peristiwa yang pasti tiada yang bisa mengizinkan semua itu terjadi kecuali Allah Swt.

Sesungguhnya tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar luas, di dekat kita dan di tempat yang jauh dari kita. Di tengah kesibukan pekerjaan, saya senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan perjalanan untuk mengambil pelajaran dari setiap apa yang saya lihat. Sungguh, tiada yang Allah ciptakan secara sia-sia. Semoga kita termasuk orang-orang yang terampil mengambil pelajaran dari setiap hal yang kita lihat, dengar dan alami. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Read more >>

BELAJAR LEBIH PEDULI DARI PERJUMPAAN DENGAN BAPAK TUA

Kemarin, saya memilih menggunakan travel untuk pulang ke Bengkulu,  karena memperkirakan  sampai di Bengkulu dini hari sehingga dapat diantar langsung ke alamat kos. Saya senang mengunjungi daerah baru. Bukan hanya karena kerja, melainkan karena banyak pengalaman yang saya dapat disana. Begitu pula di hari itu. Seperti biasa, Dari Palembang saya harus menaiki travel yang melewati Betung, sekayu, Lubuk Linggau, dan Curup. Di  travel tujuan Bengkulu, yang saat itu, hanya ada saya, 3 orang penumpang lain, bapak tua, dan tentu saja supir. Kebetulan, bapak tua itu duduk persis di depan saya.
Tidak lama setelah ia duduk, ia terus menurus menunduk. Bapak tua itu sibuk melihat hp nya sambil menelpon anaknya untuk memastikan alamat di Bengkulu. Bahkan ia berkali-kali bertanya pada anaknya tentang alamat. Melihat tingkah bapak tua itu, saya secara spontan bertanya.
“Bapak di Bengkulu dimana?”
“di Perumnas Korpri Bentiring” balas bapak tua.
Sebelum saya bertanya kepadanya, saya juga sudah mengira kalau bapak tua tidak hapal daerah Bengkulu. Singkat cerita sesampai Di Bengkulu, sopir travel tidak tahu alamat yang hendak dituju bapak itu. Bapak tua semakin cemas, berkali-kali telp anaknya untuk menanyakan alamat namun tidak ada jawaban. Saya memberanikan diri untuk menawarkan bapak tersebut istirahat di kos saya saja sambil menunggu anaknya datang menjemput,  karena saat saya memperhatikannya saya meilhat bapak tersrbut bingung. Meskipun saya menawarkan agar turun bersama dan istirahat di kos saya karena jam masih menunjukkan jam 3 pagi, saya agak ragu bapak tua tersebut mau menerima tawaran saya.
Lantas saya tanyakan kembali "  bagaimana pak,  istirahat ditempat saya saja?”.
“ Baik saya turun dan istirahat di kos kamu saja.” jawab si bapak tua.
Ya Tuhan teryata begitu pulas tidur, si anak bapak tua tersebut tidak menjawab telp, meskipun bapak tua tersebut sudah berkali-kali menelpon. Bahkan saya sempat ragu kalau bapak tersebut tidak mau istirahat di kos saya.
Buru-buru saya bilang “Istirahat di kos saya saja pak!” sambil melihat ke bapak tersebut.
“Oh iya, terimakasih ya” kata bapak tua sambil tersenyum dengan wajah bersinar.

Setiba kami di kos, saya mempersilahkan bapak tersebut istirahat, setelah agak pagi bapak tersebut kembali menelpon keluarganya mengatakan istirahat di tempat temannya satu travel. Dan tidak lupa bapak tua tersebut menelpon anaknya, dan  memberikan telp kepada saya agar memberitahu alamat saya. Bapak tua tersebut lalu berkata kepada anaknya via telp,  tunggu agak pagi saja jemput saya disini. Lalu anaknya bilang, bahwa dia baru bisa jemput jam 8 pagi.
saya berkata kepada bapak tersebut jika jam 8 pagi saya mesti berangkat kerja, jadi sekitar jam 6 saya minta bapak tersebut menelpon anaknya agar menjemput beliau. Namun lagi-lagi hp tidak dijawab. Bapak tua tersebut bergumam mungkin Dia lagi mengirus anak-anaknya yang mau berangkat sekolah.

Saya menawarkan untuk mengantar bapak tua  tersebut ke alamat rumah anaknya. Lalu bapak tua tersebut bertanya " Naik apa ?" karena di kos saya tidak ada motor. Saya jawab pakai motor, saya pinjam dulu sama teman.
Saya pun mengantar bapak tersebut meski belum tahu dengan alamat tersebut. Pertama sebelum berangkat saya isi bensin di toko lalu bertanya tentang alamat anak bapak tua tersebut. Lalu pemilik toko memberi petunjuk. Saya mengikuti petunjuk tersebut. Dan Alhamdulillah saya bisa mengantar bapak tua tersebut ke Alamat anaknya tanpa nyasar karena itu pertama kali saya ke daerah tempat tinggal anak bapak tua tersebut.

Saya tersentil dengan kejadian ini. Selama ini, mungkin saya termasuk orang yang sering berjalan malam, dan terkadang belum tau seluk beluk daerah yang dituju. Bagi saya menolong tidak ada arti apa-apa karena tidak banyak yang bisa dilakukan dengan mengantar bapak tua tersebut ke alamat anaknya dengan selamat. Bahkan saking  iba melihat bapak tua yang bingung mencari alamat anaknya, saya mungkin tidak akan tahu betapa penting menolong sesama. Sejak saat itu, melalui bapak tua yang kebingungan mencari alamat anaknya, saya jadi belajar bahwa ada banyak orang di luar sana yang sangat amat menghargai sekecil apapun pertolongan kepadanya. Dengan pertolongan, bisa meringankan banyak hal. Hal yang sulit menjadi mudah. Dengan menolong sesama, menunjukkan kepedulian kita terhadap orang lain. Pertolongan yang didapat lama-lama membuat kita untuk terus belajar peduli terhadap orang lain. Terimakasih bapak tua. Semoga engkau selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang dan rejeki yang halal untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Read more >>

KULIAH DI JURUSAN PSIKOLOGI

Tahun 2007, sembilan tahun lalu,  saya mulai mencari Perguruan Tinggi untuk tempat kuliah saya . Kriteria utama adalah perguruan tinggi Fovorit dengan persentase minat siswa untuk kuliah disana tinggi , kampus yang punya jurusan Kedokteran, Psikologi,Fisika, Biologi dan Teknik Sipil.  Dengan harapan saya lulus di salah satu jurusan tersebut melalui jalur PMDK ( siswa undangan pada jaman saya sekolah). Di Sumatra ada Univ. Negeri Padang, Univ. Andalas, Univ. Sumatra Utara, Univ Riau  di Jawa tujuan saya Univ.Gajah Mada, dan Univ. Diponogoro. Pilihan yang menarik secara kualitas dan  kuantitas. Perguruan Tinggi ini, punya keunggulan masing-masing. Ada beberapa pilihan formulir undangan yang datang ke sekolah dan menarik untuk diambil yakni UNP, UNAND, USU, UNDIP, IPB, UNRI dll, tapi semua perguruan Tinggi ini berjarak lebih jauh dari kampung halaman dan akan melatih kemandirian karena jauh dari keluarga. Selanjutnya mengalir begitu saja. Saya sempat mau ambil formulir IPB, USU, IAIN, UNRI namun setelah berdiskusi dengan orang tua saya memutuskan mengambil formulir undangan dari UNP dan UNDIP. Di UNP formulir saya isi dengan jurusan pilihan pertama Psikologi dan Kedua Biologi, di UNDIP meski satu pilihan yang mesti diisi namun saya malah isi dua pilihan jurusan yang dituju yakni Pendidikan Dokter dan Psikologi.
Beberapa waktu berlalu setelah mengirimkan kembali formulir ke universitas tujuan dan Ujian Nasional, saat pulang Liburan di Merlung Jambi.
HP saya berdering, ada telp dari saudara saya di Semarang, za kemarin kami ambil jurusan apa untuk PMDK ?  Saya Psikologi,  Biologi di UNP. Kedokteran dan Psikologi di UNDIP. Alhamdulillahh selamat ya za kamu diterima di Psikologi UNP. Hah benaran bang? benar tadi abang lihat di Internet, nanti untuk pengumumannya abang kirim via pos ( msklum saat itu belum familiar dengan email, internet juga masih jarang). Saya Alhamdulillah jika mememang lulus, lalu bagaimana dengan hasil di UNDIP?. Mungkin saat itu abang saya tidak ingin saya sedih, karena saya memang dari kecil terobsesi jadi Dokter. Jadi dia bilang saja belum keluar.
Penasaran, saya cari beritanya. Ternyata benar. Saya lulus di Psikologi UNP sedangkan UNDIP tidak lulus. Dulu ketika kuliah, saya masih menaruh harapan kuliah di  Kedokkteran dan di Jawa, saya pun ikut SNMPTN ulang,  mencari-cari info prosedur Pindah, dan saya mengirimkan surat ke salah satu perguruan Tinggi yang menjadi tujuan kepindahan ke PTN yang ada di Jawa. Dan surat pun di respon PTN tersebut yang isinya  menjelaskan prosedur pindah kesana. Meskipun pada akhirnya Saya tidak jadi pindah dan tetap bertahan kuliah di Psikologi UNP. Kampus Psikologi UNP memang tidak berada di Kota Padang, namun letak kampusnya sangat strategis yakni di Pusat Kota Bukittinggi yang merupakan daerah kunjungan wisatawan,  Bangunannya memang bangunan lama, suasana disana asri. Semua makanan dan jajanan yang tersedia dijamin enak begitu juga tempat wisatanya juga indah. Seperti kampus Psikologi yang lainnya di Psikologi Mayoritas adalah cewek, cowok bisa dihitung yang mengambil jurusan ini. Di kelas saya kami cuma sebelas orang satu keseblasan tim sepak bola tanpa pemain cadangan. Namun meski demikian semangat saya untuk kuliah dan tamat secepat mungkin dari jurusan Psikologi tetap jadi Motivasi. Dosen-dosen kami rata-rata masih muda. Sehingga suasana belajar menyenangkan. Dan pada akhirnya saya tamat di Psikologi UNP sesuai target yakni dalam waktu 4 tahun begitu juga dalam hal mencari kerja saya tidak perlu menganggur terlalu lama. Jadi semua itu butuh proses, libatkan Allah dalam setiap aktivitas. Apapun itu peran kita, surga tetap obsesinya.

Read more >>