Saturday, 16 May 2009

Pentingnya Pendidikan Seksual

MENGETAHUI masalah seksual adalah perlu. Pendidikan seksual harus didapat semenjak anak-anak agar tidak terjadi penyimpangan seksual pada masa remaja dan dewasa. June Reinisch (1990), Direktur Kinsey Institute For Sex, Gender and Reproduction mengatakan, ”Amerika adalah bangsa yang banyak mengetahui fungsi mobil daripada bagaimana tubuh mereka berfungsi secara sesksual.Reinisch melaksanakan suatu penilaian nasional baru-baru ini tentang pengetahuan dasar seksual kepada 1974 orang dewasa. Diantara hasil penilaian tersebut 50% responden tidak mengetahui bahwa kebanyakan ereksi dimulai dengan masalah fisik. Kedua 75% tidak mengetahui kurang lebih 40% disemua lelaki Amerika memilki hubungan diluar nikah (beberapa ahli mempercayai bahwa tingkat perselingkuhan laki-laki adalah 60% atau lebih ). Ketiga 50% tidak mengetahui bahwa pelumas berbahan dasar minyak tidak seharusnya digunakan dengan kondom atau diafragma, karena beberapa jenis pelumas dapat menyebabkan lubang dalam kurang dari 60 detik.

Menurut buku Life Span Development, remaja Amerika juga memiliki pengetahuan seks yang menyedihkan. Dalam suatu penelitian mayoritas remaja percaya bahwa resiko kehamilan terbesar tersebut adalah pada masa menstruasi. Tentu saja hal ini bukan berarti remaja dan orang dewasa Amerika terasing dari pesan –pesan seksual.

”Kita dibanjiri pesan-pesan seksual, informasi seksual melimpah tetapi banyak dari informasi tersebut salah,” ujar Reinisch. Dalam beberapa kasus bahkan guru pendidikan seks menunjukkan ketidakpedulian terhadap masalah seks. Seorang guru pendidikan seks disekolah menengah atas menyebutkan, daerah seksual atau darerah erogen seksual daerah “salah” sehingga para murid bertanya apakah bagian sensitive seksual mereka adalah suatu kesalahan. (infojambi.com/EZA/Life Span Development)




0 comments: