Thursday, 11 June 2009

Anggaran Beasiswa Rp. 19,7 M

APBD Provinsi Jambi 2009
JAMBI - Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui APBD 2009 mengeluarkan dana beasiswa sebesar Rp 19,7 Miliar (M) lebih. Alokasi dana untuk beasiswa ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 16,38 M (2008), Rp 7,95 M (2007) dan Rp 5 M (2006).Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Drs Masykur AR MPd, menjelaskan, program beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka meningkatkan SDM baik untuk guru maupun masyarakat umum.

‘’Beasiswa ini diberikan untuk S1, S2 dan S3 baik di dalam Provinsi maupun diluar. Serta beasiswa untuk program kerjasama dengan IPB, FKIP Unja dan program khusus S1 Pertambangan,’’ungkap Maskur, di ruang kerjanya kemarin sore, seraya mengaku total dana untuk program beasiswa 2009 ini sebesar Rp. 19.792.103.000.

Adapun jumlah mahasiswa yang akan menerima beasiswa tersebut, untuk S1 luar Provinsi sebanyak 1.000 orang, S1 dalam provinsi sebanyak 2.010 orang, S2 dalam dan luar Provinsi sebanyak 108 orang, S3 sebanyak 50 orang, lanjutan S1 IPB 39 orang, lanjutan kerjasama FKIP Unja 57 orang, lanjutan Teknik Pertambangan/Geologi 39 orang, Teknik Pertambangan/Geologi (baru) 40 orang dan S2 MIPA kerjasama dengan UI sebanyak 12 orang.

‘’Untuk beasiswa S2 MIPA kerjasama dengan UI ini diproyeksikan untuk guru Sekolah Bertaraf Internasional (SBI),’’katanya, sembari mengaku Pemprov saat ini berencana membangun SMA SBI.

Adapun seleksi penerima beasiswa tersebut diakui Masykur, dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing. ‘’Kita hanya menerima secara kolektif dari perguruan tinggi. Perguruan tinggi-lah yang melakukan seleksi. Untuk S1 syaratnya minimal sudah semester tiga dengan IP minimal 2,50,’’ ungkap Masykur.

Sedangkan untuk S2, sudah menempuh satu semester dan diprioritaskan dalam penelitian. Dalam hal ini guru lebih diutamakan. ‘’Tapi untuk umum juga diberikan kesempatan,’’jelasnya.

Sementara untuk mendapatkan beasiswa S3, syaratnya sama dengan S2. ‘’Untuk S3 sama dengan S2. Hanya saja yang bersangkutan harus berangkat dari kajian atau study yang berpihak pada keunggulan lokal, seperti pertanian, peternakan, pertambangan dan sebagainya,’’pungkas Masykur lagi.
jambi ekspres
(jay)


0 comments: